Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Rabu, 18 November 2009

“SALAM-NYA MANA SAYANG..?!”

Langkah-langkah kaki kecil Zahra terdengar sedang memasuki rumahnya. Bocah berumur 7 tahun itu kini telah bersekolah di SD. Karena jarak rumah ke sekolah dekat dan dia sudah pintar bersepeda, maka orang tuanya tak perlu mengantar atau menjemputnya. Jam 10.00 WIB waktunya dia pulang sekolah. Langsung saja dia buru-buru masuk untuk ganti baju dan istirahat.
“Bunda, aku pulang..” Teriakan khasnya tiap pulang sekolah.
Bunda pun muncul dari ruang menjahitnya untuk menyapa putri tercintanya.
“Iya sayang.. Tapi kok Bunda nggak dengar kamu mengucap salam. Lupa lagi ya?!” Sapa Bunda dengan senyum mengembang di bibirnya.
“Maaf Bunda, Zahra lupa. Assalamu’alaikum..” Ucapnya sambil menjabat dan mencium tangan Bundanya.
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..”
“Sekarang adek ganti baju terus makan. Bunda sudah masak sayur kesukaan kamu. Kan tadi pagi nggak mau sarapan, pasti sudah lapar kan?! Bunda tunggu di ruang makan.” Perintah Bunda setelah menjawab salam dari Zahra.
“Siap Bunda..perintah segera dilaksanakan..” Jawabnya dengan gaya centil seraya beranjak ke kamarnya.
Seperti perintah Bunda tadi, setelah selesai ganti baju Zahra pun bergegas menghampiri Bundanya di ruang makan untuk makan, soalnya dia sudah lapar. Energinya berkurang saat mengikuti pelajaran di sekolah tadi.
“Makanannya mana Bunda?!” Tanya Zahra sesampainya di ruang makan.
“Duduk dulu sayang.. Ambil sendiri ya?! Putri Bunda kan sudah gedhe dan pinter. Semuanya sudah ada di meja. Dan jangan lupa berdoa” Jawab Bundanya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Setelah mengambil makanan dan tak lupa berdoa, Zahra pun makan dengan lahap. Selesai makan, diapun berdoa dan cuci tangan sekaligus mengantar piring bekas makannya ke tempat cucian. Dia tidak mencucinya sendiri, karena biasa dikerjakan oleh Bundanya.
Bunda Zahra sudah kembali menekuni jahitannya. Zahra mengikuti sekaligus membawa buku pelajarannya untuk ditanyakan pada Bundanya jika dia belum mengerti. Zahra memang seorang anak yang rajin belajar, sepulang sekolah pasti dia selalu mengulang pelajarannya tadi di sekolah. Selain itu, dia juga mempersiapkan keperluannya untuk esok hari. Setelah selesai belajar, dia menanyakan sesuatu pada Bundanya sembari menanti adzan dzuhur berkumandang.
“Bunda, Zahra sudah selesai belajarnya. Tanya yang lain boleh nggak?!” Dengan hati-hati, dia meminta izin bertanya pada Bundanya.
“Boleh dong sayang, apa yang mau ditanyakan?!” Jawab Bunda.
“Kenapa sih setiap kali Zahra mau berangkat sekolah, pulang sekolah atau pergi maen selalu disuruh ngucapin salam?!” Pertanyaan kritisnya terhadap sikap Bunda selama ini.
“Iya. Tapi sebelum Bunda menjawab pertanyaanmu, kamu tahu tidak apa arti dari kalimat salam yang sering kita ucapkan?!” Jawab Bunda dengan memberi pertanyaan pada Zahra.
“Belum Bunda.” Jawab Zahra singkat.
“Ya sudah. Sekarang dengarkan penjelasan dari Bunda ya sayang, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Arti kalimat ‘assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh’ yang sering kita ucapkan yaitu ‘semoga keselamatan tercurah kepadamu dan rahmat Allah dan barokahNYA’. Sehingga dengan seringnya kita berucap salam di tempat yang tepat, insyaAllah kita akan selamat dan selalu mendapat rahmat dan barokahNYA. Seandainya saat kita memasuki rumah dan mengucap salam, tapi di rumah tidak ada siapapun , insyaAllah malaikat yang akan menjawab salam kita. Adek ingin menjadi orang yang selamat kan?1 Jangan lupa kalau masuk dan keluar rumah serta bertemu dengan teman di jalan, jangan lupa mengucapkan salam.” Jelas Bunda pada Zahra.
Mendengar penjelasan Bunda, Zahra diam dan mengangguk-angguk tanda mengerti serta memberi tanggapan saat Bunda selesai menjelaskan.“Baik Bunda, mulai sekarang Zahra janji akan selalu ingat untuk mengucap salam saat masuk dan keluar rumah dan juga saat bertemu teman di jalan. Supaya nanti kita semua jadi orang yang selamat.”


Selesai berbincang, adzan dzuhur telah berkumandang pertanda harus segera menunaikan kewajiban terhadap Allah, yakni shalat dzuhur.
“Ayo sayang, segera ambil air wudhu dan shalat berjamaah bersama Bunda.” Ajak Bunda pada Zahra.
“OK Bunda. Zahra ingin disayang Allah. Jadi harus taat sama perintahNYA. Dan shalatnya juga nggak boleh bolong-bolong ya Bunda?!” Tanyanya setelah selesai berwudhu sambil berjalan ke tempat shalat di rumahnya.
“Benar sayang. Bukan hanya Allah saja yang sayang kamu, tapi juga Ayah, Bunda, dan insyaAllah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi akan ikut mendoakan kamu.” Jawab Bunda dan kemudian memulai shalatnya.
“Aku ngantuk Bunda. Aku tidur dulu ya?! Assalamu’alaikum..” Pamit Zahra pada Bunda saat sudah selesai shalat dan dzikir.
“wa’alaikumussalam.. Iya sayang, jangan lupa berdoa supaya tidurnya nyenyak dan tetap dalam keimanan. Amin.” Jawab Bunda sambil mengingatkan Zahra agar tidak lupa berdoa dulu sebelum tidur.
Bunda Zahra selalu mengucap syukur kepada Allah karena telah di karuniai dan di amanahi seorang putri yang pintar dan taat kepada perintah Allah dan juga nasehat orang tuanya. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

--00--

0 komentar:

Posting Komentar